Senin, 19 Oktober 2009

PASAR BISNIS DAN TINGKAH LAKU PEMBELI BISNIS PADA PASAR ORGANISASI

BAB V

PASAR BISNIS DAN TINGKAH LAKU PEMBELI BISNIS

PADA PASAR ORGANISASI

Pertemuan ke-4



Pasar bisnis/pasar industri:

Semua organisasi yang membeli barang dan jasa untuk dipergunakan dalam memproduksi produk, atau dengan tujuan dijual lagi atau disewakan kepada pihak lain dengan mengambil untung.


Saat ini pemasok menjadi sangat kompetitif dalam 30 tahun terakhir ratusan restoran multi unit dan hotel telah dibentuk, yang berujung pada pembentukan ribuan hotel dan restoran. Disaat yang sama, dalam beberapa tahun terakhir industry keramah tamahan dan perjalanan telah mengalami perubahan global.


Proses pembelian pasar bisnis:

Proses mengambil keputusan yang dilakukan oleh pembeli pasar bisnis adalah dengan menetapkan kebutuhan untuk membeli produk dan mengenali, mengevaluasi serta memilih

merek dan pemasok alternatif.


Karakteristik pasar industri:

1. Struktur Pemasaran dan Permintaan

  • Pasar industri mengandung pembeli yang lebih sedikit tetapi lebih besar
  • Pelanggan di pasar industri lebih terkonsentrasi secara geografis
  • Permintaan pembeli di pasar industri berasal dari permintaan konsumen akhir (permintaan turunan)
  • Permintaan di banyak pasar industri lebih tidak elastis (tidak terpengaruh oleh perubahan harga dalam jangka pendek)
  • Permintaan di pasar industri lebih berfluktuasi dan lebih cepat

2. Sifat Unit Pembelian

  • Pembelian di pasar industri melibatkan lebih banyak pembeli
  • Pembelian di pasar industri melibatkan usaha pembelian yang lebih profesional

3. Jenis Keputusan dan Proses Keputusan

  • Pembeli di pasar industri, biasanya menghadapi keputusan membeli yang lebih kompleks
  • Proses pembelian di pasar industri lebih formal
  • Dalam pembeian di pasar industri, pembeli dan penjual bekerja lebih erat dan membangun hubungan erat jangka panjang.

4. Karateristik Lain

Pembeli di pasar industri sringkali membeli langsung dari produsen, bukan lewat

pedagang eceran atau pedagang besar.

  • Pembeli di pasar industri seringkali mempraktikan imbal beli, membeli dari pemasok yang juga membeli dari mereka.
  • Pembeli di pasar industri seringkali menyewa peralatan, bukannya membeli langsung

Keputusan pembelian yang diambil oleh pembeli di pasar industri


Berbagai jenis situasi membeli:
  • Pembelian ulang langsung
  • Situasi pembelian di pasar industri, di mana pembeli secara rutin memesan ulang tanpa modifikasi apapun
  • Pembelian ulang dengan modifikasi Situasi pembelian di pasar industri, di mana pembeli ingin memodifikasi spesifikasi produk, harga, persyaratan atau pemasok
  • Tugas baru

Situasi pembelian di pasar industri, di mana pembeli ingin membeli produk untuk pertama kalinya.


Pembeli mengambil keputusan paling sedikit dalam pembelian ulang langsung dan paling

banyak dalam situasi tugas baru. Dalam tugas baru, pembeli harus memutuskan spesifikasi

produk, pemasok, batas harga, jumlah yang dipesan, waktu penyerahan dan persyaratan pelayanan.


Yang berpartisipasi dalam proses pembelian

Pusat pembelian: semua individu dan unit yang berpartisipasi dalam proses pengambilan

keputusan di pasar industri.

Pusat pembelian, meliputi:

  • Pemakai: anggota organisasi yang akan menggunakan produk, pengguna seringkali menjadi pencetus usulan pembelian dan membantu menetapkan spesifikasi produk.
  • Pemberi pengaruh: Orang dalam pusat pembelian orga nisasi yang mempengaruhi keputusan pembelian, mereka seringkali membantu menetapkan spesifikasi dan juga menyediakan informasi untuk mengevaluasi alternatif.
  • Pembeli: Orang yang benar-benar melakukan pembelian. Pembeli mempunyai otoritas formal untuk memilih pemasok dan menetapkan persyaratan pembelian. Pembeli dapat membantu menetapkan spesifikasi produk, tetapi mereka memainkan peranan penting dalam memilih penjual dan negosiasi.
  • Pengambil keputusan: orang dalam pusat pembelian organisasi yang mempunyai kekuatan formal dan informal untuk memilih atau menyetujui pemasok akhir
  • Penjaga gawang: Orang dalam pusat pembelian organisasi yang mengendalikan arus informasi kepada orang lain.

Pengaruh besar yang mempengaruhi pembeli Pemasar

Pemasar di pasar industri harus tanggap terhadap kecenderungan organisasi dalam bidang

pembelian:

  • Peningkatan fungsi pembelian
  • Pembelian tersentralisasi
  • Kontrak jangka panjang
  • Evaluasi kinerja pembelian
  • Sistem produksi just in time

Bagaimana pembeli di pasar industri mengambil keputusan

Tahap-tahap proses pembelian di pasar industri:

a. Mengenali masalah

Tahap dimana seseorang dalam perusahaan mengenali suatu masalah atau kebutuhan

yang dapat dipenuhi dengan memperoleh produk

b. Uraian kebutuhan secara umum

Tahap dimana perusahaan menguraikan karakteristik dan jumlah barang yamg dibutuhkan

c. Spesifikasi produk, meliputi:

  • Spesifikasi teknis: tahap dimana organisasi pembeli memutuskan mengenai dan memutuskan karakteristik produk teknis terbaik dari barang-barang yamg dibutuhkan
  • Analisis nilai: suatu pendekatan untuk pengurangan biaya, dimana semua komponen dipelajari secara seksama guna menentukan apakah dapat dirancang ulang, distandardisasi, atau dibuat dengan metode produksi yang tidak terlalu mahal.

d. Pencarian pemasok

Tahap dimana pembeli mencoba mendapatkan penjual yang terbaik

e. Pengumpulan proposal

Tahap dimana pembeli mengundang pemasok yang memenuhi persyaratan untuk memasukkan proposal

f. Seleksi pemasok

Tahap dimana pembeli meneliti usulan dan memilih satu/beberapa pemasok

g. Spesifikasi pesanan rutin

Tahap dimana pembeli menulis pesanan akhir dengan satu pemasok atau pemasok pemasok terpilih, menyebutkan spesifikasi teknis, jumlah yang diperlukan, waktu penyerahan yang diharapkan, kebijakan pengembalian barang dan garansi

h. Penilaian kinerja

Tahap dimana pembeli menilai kepuasan dengan para pemasok dan memutuskan apakah akan melanjutkan, memodifikasi atau meninggalkan pemasok.


Bahasan :


  1. Variabel kualitas layanan manakah yang dominan mempengaruhi kepuasan pembeli organisasi pada pasar organisasi ?



diharapkan untuk melakukan pembahasan tentang pemasaran perhotelan dan kepariwisataan.
jika ada pertanyaan silahkan di ajukan dengan jelas, dan akan menjadi bahasan yang baik untuk kita bagi bersama. Thx...

Bahasan selanjutnya » segmentasi pasar




Kamis, 15 Oktober 2009

Lingkungan Pemasaran

Pertemuan ke-3


Lingkungan Pemasaran

Didalam bisnis marketing yang terjadi adalah bagaimana anda mengerti bawahan anda dan yang akan dibahas disini adalah mengapa lingkungan harus dipelajari? Lingkungan adalah hal yang biasa dalam kehidupan kita dan dapat dirasakan secara langsung maupun tidak langsung.

Cara bicara adalah contoh yang dinilai secara tidak langsung (makro), bahasa pun yang merupakan bahasa asal daerah kita akan berpengaruh secara tidak langsung terhadap seseorang yang dilahirkan / lahir didaerah tersebut. Dan juga kerisis ekonomi merupakan dampak yang dirasakan secara tidak langsung.

Lingkungan pemasaran suatu perusahaan terdiri dari para pelaku dan kekuatan-kekuatan yang berasal dari luar fungsi manajemen pemasaran perusahaan yang mempengaruhi kemampuan manajemen pemasaran untuk mengembangkan dan mempertahankan transaksi yang sukses dengan para pelanggan sasarannya.

Keberhasilan strategi pemasaran yang diterapkan oleh perusahaan tergantung pada analisa dan pengamatan yang cermat oleh perusahaan terhadap faktor-faktor yang dapat mempengaruhi strategi pemasaran perusahaan.

Sekarang kita akan membahas lingkungan pemasaran : lingkungan mikro dan makro.

1. Lingkungan mikro perusahaan

Lingkungan mikro perusahaan terdiri dari para pelaku dalam lingkungan yang langsung berkaitan dengan perusahaan yang mempengaruhi kemampuannya untuk melayani pasar, yaitu :

a. Perusahaan

Yaitu struktur organisasi perusahaan itu sendiri. Strategi pemasaran yang diterapkan oleh bagian manajemen pemasaran harus memperhitungkan kelompok lain di perusahaan dalam merumuskan rencana pemasarannya, seperti manajemen puncak, keuangan perusahaan, penelitian dan pengembangan, pembelian, produksi, dan akuntansi serta sumber daya manusia yang dimiliki perusahaan, karena manajer pemasaran juga harus bekerja sama dengan para taff di bidang

lainnya.

b. Pemasok (Supplier)

Para pemasok adalah perusahaan-perusahaan dan individu yang menyediakan sumber daya yang dibutuhkan oleh perusahaan dan para pesaing untuk memproduksi barang dan jasa tertentu. Kadang kala perusahaan juga harus memperoleh tenaga kerja, peralatan, bahan bakar, listrik dan faktor-faktor lain dari pemasok. Perkembangan dalam lingkungan pemasok dapat memberi pengaruh yang arnat berarti terhadap pelaksanaan pemasaran suatu perusahaan. Manajer pemasaran perlu mengamati kecenderungan harga dari masukan-masukan terpenting bagi kegiatan produksi perusahaan mereka. Kekurangan sumber-sumber bahan mentah, pemogokan tenaga kerja, dan berbagai kcjadian lainnya yang berhubungan dengan pemasok dapat mengganggu strategi pemasaran yang dilakukan dan dijalankan perusahaan.

c. Para Perantara Pemasaran

Para perantara pemasaran adalah perusahaanperusahaan yang membantu perusahaan dalam promosi, penjualan dan distribusi barang/jasa kepada para konsumen akhir. Para perantara pemasaran ini meliputi :

1. Perantara, adalah perusahaan atau individu yang membantu perusahaan untuk menemukan konsumen. Mereka terbagi dua macam, yaitu agen perantara seperti agen, pialang dan perwakilan produsen yang mencari dan menemukan para pelanggan dan/atau mengadakan perjanjian dengan pihak lain, tetapi tidak memiliki barang atau jasa itu sendiri. 2. Perusahaan Distribusi Fisik, perusahaan seperti ini membantu perusahaan dalam penyimpanan dan pemindahan produk dari tempat asalnya ketempat-tempat yang dituju.

3. Para Agen Jasa Pemasaran, seperti perusahaan atau lembaga penelitian pemasaran, agen periklanan, perusahaan media, dan perusahaan konsultan pemasaran,kesemuanya membantu perusahaan dalam rangka mengarahkan dan mempromosikan produknya ke pasar yang tepat.

4. Perantara Keuangan, seperti bank, perusahaan kredit, perusahaan asuransi, dan perusahaan lain yang membantu dalam segi keuangan. d. Para Pelanggan Yaitu pasar sasaran suatu perusahaan yang menjadi konsumen atas barang atau jasa yang ditawarkan perusahaan apakah individu-individu, Iembaga-lembaga, organisasi-organisasi, dan sebagainya

e. Para Pesaing

Dalam usahanya melayani kelompok pasar pelanggan, perusahaan tidaklah sendiri. Usaha suatu perusahaan untuk membangun sebuah sistem pemasaran yang efisien guna melayani pasar gelati disaingi oleh perusahaan lain. Sistem pemasaran dan strategi yang diterapkan perusahaan dikelilingi dan dipengaruhi oleh sekelompok pesaing. Para pesaing ini perlu diidentifikasi dan dimonitor segala gerakan dan tindakannya didalam pasar

f. Masyarakat Umum

Sebuah perusahaan juga harus memperhatikan sejumlah besar lapisan masyarakat yang tentu saja besar atau kecil menaruh perhatian terhadap kegiatan-kegiatan perusahaan, apakah mereka menerima atau menolak metode-metode dari perusahaan dalam menjalankan usahanya, karena kegiatan perusahaan pasti mempengaruhi minat kelompok lain, kelompok-kelompok inilah yang menjadi masyarakai umum. Masyarakat umum dapat memperlancar atau sebaliknya dapat sebagai penghambat kemampuan perusahaan untuk mencapai sasarannya.

2. Lingkungan Makro

Lingkungan makro terdiri dari kekuatan-kekuatan yang bersifat kemasyarakatan yang lebih besar dan mempengaruhi semua pelaku dalam lingkungan mikro dalam perusahaan, yaitu:

a. Lingkungan Demografis/Kependudukan

Lingkungan demografis/kependudukan menunjukkan keadaan dan permasalahan mengenai penduduk, seperti distribusi penduduk secara geografis, tingkat kepadatannya, kecenderungan perpindahan dari satu tempat ke tempat lain, distribusi usia, kelahiran, perkawinan, ras, suku bangsa dan struktur keagamaan. Ternyata hal diatas dapat mempengaruhi strategi pemasaran suatu perusahaan dalam memasarkan produknya karena publiklah yang membentuk suatu pasar.

b. Lingkungan Ekonomi

Lingkungan ekonomi menunjukkan sistem ekonomi yang diterapkan, kebijakan-kebijakan pemerintah yang berkenaan dengan ekonomi, penurunan dalam pertumbuhan pendapatan nyata, tekanan inflasi yang berkelanjutan, perubahan pada pola belanja konsumen, dan sebagainya yang berkenaan dengan perkonomian.

c. Lingkungan Fisik

Lingkungan fisik menunjukkan kelangkaan bahan mentah tertentu yang dibutuhkan oleh perusahaan, peningkatan biaya energi, peningkatan angka pencemaran, dan peningkatan angka campur tangan pemerintah dalam pengelolaan dan penggunaan sumber-sumber daya alam.

d. Lingkungan Teknologi

Lingkungan teknologi rnenunjukkan peningkatan kecepatan pertumbuhan teknologi, kesempatan pembaharuan yang tak terbatas, biaya penelitian dan pengembangan, yang tinggi, perhatian yang lebih besar tertuju kepada penyempurnaan bagian kecil produk daripada penemuan yang besar, dan semakin banyaknya peraturan yang berkenaan dengan perubahan teknologi

e. Lingkungan sosial/budaya

Lingkungan ini menunjukkan keadaan suatu kelompok masyarakat mengenai aturan kehidupan, norma-norma dan nilai-nilai yang berlaku dalam masyarakat, pandangan masyarakat dan lain sebagainya yang merumuskan hubungan antar sesama dengan masyarakat lainnya serta lingkungan sekitarnya.


http://www.hotelmarketing.com/index.php/content/article/hotel_marketing_in_2010_perception_trumps_positioning/

http://www.e-dukasi.net/mapok/mp_full.php?id=178


Sesi Pembahasan :

1. Contoh kecil dari lingkungan yang berpengaruh secara langsung menurut anda adalah ?

2. apa pengaruh lingkungan internal maupun eksternal seperti pemerintah, pesaing, masyarakat, organisasi, dll ?

diharapkan untuk melakukan pembahasan tentang pemasaran perhotelan dan kepariwisataan.
jika ada pertanyaan silahkan di ajukan dengan jelas, dan akan menjadi bahasan yang baik untuk kita bagi bersama. Thx...

Bahasan selanjutnya » Perilaku Pembeli

Rabu, 14 Oktober 2009

Pemasaran Perhotelan dan Kepariwisataan

Pertemuan 1


Pengertian Pemasaran

Seringkali terjadi salah pengertian dalam memahami arti pemasaran dalam sebuah perusahaan. Sering orang mengartikan pemasaran sebagai cara-cara yang dilakukan oleh perusahaan dalam menjual produknya. Yang lain mengartikan pemasaran sebagai usaha promosi atau cara perusahaan mempengaruhi konsumen agar membeli produknya. Arti pemasaran yang sebenarnya adalah lebih luas dari pengertian-pengertian itu. Seperti yang diungkapkan pakar pemasaran, Philip Kotler, pemasaran merupakan suatu proses social dan melalui proses tersebut, individu dan kelompok memperoleh apa yang mereka butuhkan dan inginkan dengan
cara menciptakan dan mempertukarkan produk dan nilai dengan individu dan kelompok lain.

Lebih kongkrit William J. Stanton, pakar yang lain, mengatakan bahwa pemasaran adalah suatu sistem keseluruhan dari kegiatan bisnis yang ditujukan untuk merencanakan, menentukan harga, mempromosikan, dan mendistribusikan barang dan jasa yang memuaskan kebutuhan baik kepada pembeli yang ada maupun pembeli potensial.

Dari kedua definisi di atas dapat kita simpulkan bahwa pemasaran tidak hanya terbatas pada kegiatan penjualan dan promosi saja, melainkan dimulai sejak merencanakan produk yang akan dipasarkan sampai pada cara pendistribusiannya. Namun demikian dalam kenyataannya, meskipun para pelaku bisnis sudah tahu dan paham tentang arti pemasaran, masih sering kita lihat mereka hanya menekankan pada beberapa aspek pemasaran saja dalam memasarkan produknya. Kenyataan ini tidak terlepas dari orientasi mereka dalam melakukan pemasaran. Dengan kata lain, hal ini sangat tergantung dari falsafah pemasaran (marketing philosophy) yang mereka gunakan. Untuk ini, Kotler mengajukan 5 macam orientasi/konsep pemasaran yang sering/dapat dilakukan perusahaan dalam melakukan upaya pemasaran yaitu konsep produksi, produk, penjualan, pemasaran, dan konsep pemasaran yang bersifat kemasyarakatan (social marketing
concept)

Bukan hanya definisi saja, tapi siswa diharapkan memahami beberapa point :

A. Siapa konsumen (dalam 5 kategori)

  1. sejumlah kecil masyarakat mampu yang secara rutin mengunjungi Restoran dan Hotel mewah (penghasilan dan pendidikan tinggi)
  2. pelaku bisnis (berasal dari kelompok 1)
  3. kelompok masyarakat dengan penghasilan pas-pasan (kelompok ini tidak bersedia mengeluarkan banyak uang untuk citarasa, kualitas dan pelayanan)
  4. generasi muda (kunjungan Hotel, Restoran dan Cafe)
  5. wisatawan mancanegara

untuk kategori pertama dan kedua disini sering ditemukan hidangan mancanegara seperti Hotel "Luk's". untuk kategori ke-3 dan ke-4 hal yang diinginkan adalah makan lebih sederhana, pelayanannya dapat lebih cepat/tanpa pelayanan (self service). bagi mereka yang berada di kategori ke-5 adalah Hotel, Restoran dan Cafe plus mewah.



B. Gaya Hidup

1. modal (masyarakat yang memiliki penghasilan minimal) jarang mengunjungi Hotel, Restoran dan Cafe. Contohnya : pengangguran dan kaum lanjut usia.

2. sosial :

a. pengikut (kualitas produk yang utama)

b. uang terbatas dan banyak waktu

c. pekerja keras dan tidak ada waktu

d. pesaing (kelompok yang sensitif terhadap perubahan mode)

kelompok ini belum memiliki penghasilan tinggi namun sebagian besar dibelanjakan dengan cara dilihat orang lain melalui Hotel, Restoran dan Café.

1. Berhasil dalam karier

Kelompok masyarakat yang memiliki karier dan penghasilan tinggi. Kelompok bisnis masuk dalam kategori ini dan sering mengadakan perjalanan dan terkadang membiayainya dengan uang orang lain/perusahaan (pengguna HoReCa terbuka karena mereka beranggapan telah memiliki hak)

Lingkungan Eksternal Pemasaran

Sepanjang waktu bauran pemasaran harus diubah karena perubahan lingkungan eksternal. Meskipun manager dapat mengendalikan bauran pemasaran namun mereka tidak dapat mengendalikan elemen-elemen dari lingkungan eksternal yang membentuk pasar sasaran.

Riset pemasaran merupakan alat penting untuk memahami lingkungan. Pengetahuan akan lingkungan membantu perusahaan tidak hanya dalam memodifikasi bauran pemasaran yang ada saat ini, tetapi juga untuk mengidentifikasi pasar baru.

www.ablestock.com

www.downtownabg.com


Sesi Pembahasan :

1. Hal apakan yang membuat orientasi terhadap konsumen menjadi hal yang perlu diperhatikan ?

2. Carikanlah contoh dari Riset pemasaran yang dilakukan oleh perusahaan dibidang jasa/hospitality untuk mempertahankan pasarnya dan mengidentifikasi pasar baru !

diharapkan untuk melakukan pembahasan tentang pemasaran perhotelan dan kepariwisataan.
jika ada pertanyaan silahkan di ajukan dengan jelas, dan akan menjadi bahasan yang baik untuk kita bagi bersama. Thx...

Bahasan selanjutnya » Lingkungan Pemasaran

Kamis, 08 Oktober 2009

KARAKTERISTIK JASA PADA PEMASARAN PERHOTELAN DAN KEPARIWISATAAN

Pertemuan ke-2

Budaya Jasa



Budaya jasa fokus terhadap pelayanan dan kepuasan dari konsumen. Kebudayaan sangat erat hubungannya dengan masyarakat. Budaya jasa memberi wewenang kepada karyawan untuk menyelesaikan masalah dari konsumen. Budaya jasa juga disukung oleh sistem imbalan yang berdasarkan kepada kepuasan konsumen. Secara keseluruhan atau garis besar, manusia mau melakukan sesuatu jika dihargai atau mendapat bayaran. Jika perusahaan mau menghasilkan produk yang bermutu, maka perusahaan tersebut harus membudayakan atau membiasakan untuk mendukung dan menghargai setiap kebutuhan dari konsumennya.


Karakteristik Jasa


Para pengusaha jasa harus memperhatikan 4 karakteristik jasa :

Intangibility (tidak berbentuk)

Tidak seperti produk berbentuk benda, jasa tidak bisa dilihat, dirasakan, disentuh, didengar ataupun dicium sebelum jasa itu dibeli atau dirasakan sendiri hal itu dikarenakan Jasa bebeda dengan barang. Bila barang merupakan suatu objek, alat, atau benda; maka jasa adalah suatu perbuatan, tindakan, pengalaman, proses, kinerja (performance), atau usaha. Untuk mengurangi ketidak pastian yang diakibatkan oleh karakteristik yang tidak bisa dilihat, dirasakan, disentuh, didengar maupun dicium. Dari jasa para pembeli mencari bukti nyata atau bukti langsung yang menyediakan informasi dan membuat mereka lebih yakin akan jasa tersebut.

Inseparability (tidak terpisahkan)
Dikebanyakan jasa keramah-tamahan, baik penyedia jasa maupun konsumen harus bertemu agar terjadi transaksi tidak terpisahkan juga berarti konsumen adalah bagian dari produk. Barang biasa diproduksi, kemudian dijual, lalu dikonsumsi. Sedangkan jasa umumnya dijual terlebih dahulu, baru kemudian diproduksi dan dikonsumsi pada waktu dan tempat yang sama.

Variability (keragaman)
Jasa sangatlah bervariasi atau beragam. Kualitas jasa ditentukan oleh siapa yang menyediakan jasa tersebut dan kapan serta dimana jasa disediakan. Jasa diproduksi dan dikonsumsi secara bersamaan, sehingga membatasi pengontrolan kualitas. permintaan yang naik dan turun membuat jasa sulit menghasilkan produk yang konsisten ketika permintaan memuncak. Jasa bersifat variabel karena merupakan non-standarized output, artinya banyak variasi bentuk, kualitas, dan jenis tergantung kepada siapa, kapan dan dimana jasa tersebut diproduksi. Hal ini dikarenakan jasa melibatkan unsur manusia dalam proses produksi dan konsumsinya yang cenderung tidak bisa diprediksi dan cenderung tidak konsisten dalam hal sikap dan perilakunya.

Perishability (tidak tahan lama)
Sebuah jasa tidak bisa disimpan karena sifat ini, sebagian hotel mengenakan biaya kepada tamu yang sudah mereservasi walaupun tamu tersebut gagal menginap. Kursi pesawat yang kosong, kamar hotel yang tidak dihuni, atau kapasitas jalur telepon yang tidak dimanfaatkan akan berlalu atau hilang begitu saja karena tidak bisa disimpan. Jasa tidak mungkin disimpan dalam persediaan. Artinya, jasa tidak bisa disimpan, tidak bisa dijual kembali kepada orang lain, atau dikembalikan kepada produsen jasa dimana ia membeli jasa.


Strategi Managemen Pada Bisnis Jasa


Manajemen strategi adalah seni dan ilmu penyusunan, penerapan, dan pengevaluasian keputusan-keputusan lintas fungsional yang dapat memungkinkan suatu perusahaan mencapat sasarannya. Manajemen Strategi adalah proses penetapan tujuan organisasi, pengembangan kebijakan dan perencanaan untuk mencapai sasaran tersebut, serta mengalokasikan sumber daya untuk menerapkan kebijakan dan merencanakan pencapaian tujuan organisasi. Manajemen strategi mengkombinasikan aktivitas-aktivitas dari berbagai bagian fungsional suatu bisnis untuk mencapai tujuan organisasi. Manajemen Strategi merupakan aktivitas manajemen tertinggi yang biasanya disusun oleh dewan direktur dan dilaksanakan oleh CEO serta tim eksekutif organisasi tersebut. Manajemen Strategi memberikan arahan menyeluruh untuk perusahaan dan terkait erat dengan bidang perilaku organisasi. Berbagai buku mendefinisikan manajemen strategi dengan kata-kata yang berbeda. Diantaranya, Manajemen Strategi merupakan perencanaan strategi yang berorientasi pada jangkauan masa depan yang jauh (disebut visi), dan ditetapkan sebagai keputusan pimpinan tertinggi (keputusan yang bersifat mendasar dan prinsipil), agar memungkinkan organisasi berinteraksi secara efektif (disebut misi), dalam usaha menghasilkan sesuatu (perencanaan operaional untuk menghasilkan barang dan/atau jasa serta pelayanan) yang berkualitas, dengan diarahkan pada optimalisasi pencapaian tujuan (disebut tujuan strategis) dan berbagai sasaran organisasi. Begitu banyak pengertian Manajemen Strategi , namun pada dasarnya Manajemen Strategi merupakan suatu sistem yang sebagai satu kesatuan memiliki berbagai komponen yang saling berhubungan dan mempengaruhi. Komponen pertama adalah perencanaan strategi dengan unsur-unsurnya yang terdiri dari visi, misi, tujuan dan strategi utama organisasi. Sedangkan komponen kedua adalah perencanaan operasional dengan unsur-unsurnya, sasaran dan tujuan operasional, pelaksanaan fungsi-fungsi manajemen berupa fungsi pengorganisasian, fungsi pelaksanaan dan fungsi penganggaran, kebijaksanaan situsional, jaringan kerja internal dan eksternal, fungsi kontrol dan evaluasi serta umpan balik. Sesuai definisi yang ada, menjalankan Manajemen Strategi berarti pebisnis juga harus membuat perencanaan dalam bentuk formulasi bisnis secara matang. Berikut merupakan 10 formulasi Manajemen Strategi antara lain : 1. Menjadi objektif. Angan-angan sendiri tidak memiliki tempat di dalam bangunan sebuah bisnis. Kejujuran, penilaian yang tenang dari kekuatan dan kelemahan perusahaan dan keahlian bisnis serta manajemen nya adalah hal yang mendasar. 2. Membuat sederhana dan terfokus. Dalam usaha kecil, kesederhanaan adalah efektif. Usaha dan sumber daya, seharusnya dikonsentrasikan dimana dampak dan keuntungan adalah hal yang paling utama. 3. Fokus pada pasar yang menguntungkan. Kelangsungan hidup dan keberhasilan usaha kecil oleh persediaan barang dan jasa khusus yang menemukan keinginan dan kebutuhan dari pemilihan kelompok pelanggan. 4. Mengembangkan rencana pemasaran. Usaha kecil harus memutuskan bagaimana untuk meraih dan menjual kepada pelanggan. 5. Memanajemen tenaga kerja secara efektif. Kesuksesan usaha kecil tergantung pada bangunan, pengaturan dan motivasi sebuah tim pemenang. 6. Membuat catatan keuangan yang jelas. Usaha kecil perlu untuk memiliki catatan asset, liabilitas, penjualan, biaya dan informasi akunting lainnya dalam urutan untuk kelangsungan hidup dan keberhasilan. 7. Tidak pernah menghambur-hamburkan kas. Kas adalah raja di dalam dunia usaha kecil. 8. Menghindari perangkap yang berulang-ulang dari pertumbuhan yang cepat. Usaha kecil harus hati-hati melakukan ekspansi. 9. Mengerti seluruh fase bisnis. Pengendalian usaha kecil dan kemajuan keuntungan usaha kecil , tergantung pada pengertian yang lengkap dari seluruh fungsi bisnis. 10. Merencanakan ke depan. Usaha kecil harus memformulasikan secara kritis dan menantang, pencapaian yang masih, tujuan dan mengubahnya menjadi aktifitas yang produktif. Beberapa JURUS Manajemen Strategi yang terbukti jitu dalam strategi bisnis antara lain: 1. Manajemen Strategi yang berorientasi pada product leadership (keunggulan produk). Perusahaan yang mengunakan Manajemen Strategi ini selalu berupaya menciptakan produk-produk dengan kualitas premium, dan selalu one step ahead dibanding produk kompetitor. Mereka tak segan-segan mengeluarkan dana besar untuk bagian R & D-nya demi terciptanya produk yang berkualitas. 2. Manajemen Strategi yang berorientasi pada operational excellence (keunggulan operasional). Dalam Manajemen Strategi ini yang paling utama adalah membangun proses bisnis yang efektif & efisien. Sehingga dengan proses bisnis yang efektif & efisiensi ini, mereka mampu menekan biaya produksi, sehingga dengan Manajemen Strategi ini mereka mampu menjual produknya dengan harga yang lebih kompetitif dibanding competitor - kompetitornya. 3. Manajemen Strategi yang berorientasi pada customer intimacy (Keakraban / Keintiman dengan pelanggan). Yang paling utama dalam Manajemen Strategi ini adalah membangun hubungan yang akrap/intim dengan semua pelanggannya sehingga akan membentuk mitra bisnis/ relasi yang langgeng dan berkelanjutan.
http://manajemen-strategi.com


Bisnis Jasa

Contoh dari bisnis jasa yang perkembangannya cukup pesat adalah:
1. Bisnis jasa: konsultan, keuangan, perbankan
2. Perdagangan jasa: eceran, pemeliharaan dan perbaikan
3. Jasa infrastruktur: komunikasi, transportasi
4. Jasa personal/sosial: restoran, perawatan kesehatan
5. Administrasi umum: pendidikan, pemerintah.


Sesi Pembahasan :
1. Apakah budaya itu ?
2. Dari contoh bisnis jasa diatas berikanlah contoh bisnis jasa yang ada dilingkungan anda ?
3. Jelaskan pemahaman anda tentang karakteristik jasa !
4. Apa saja karakteristik jasa menurut anda dan jelaskan menurut pemahaman anda !


diharapkan untuk melakukan pembahasan tentang Karakteristik Jasa Pada Pemasaran Perhotelan dan Kepariwisataan.
jika ada pertanyaan silahkan di ajukan dengan jelas, dan akan menjadi bahasan yang baik untuk kita bagi bersama. Thx...